Tag Archives: BRIKET

Bambu betung

(Dendrocalamus asper Schultes F)

Sinonim
Bambusa aspera Schultes
Dendrocalamus flagelifer
Gigantochloa aspera Schultes F. Kurtz
Dendrocalamus merrilianus (Elmer) ElmerNama umum

Indonesia: Bambu betung, awi bitung (Sunda), pring petung (Jawa), awo petung (Bugis), bambu swanggi (Papua)
Dendrocalamus asper
Bambu Betung
Klasifikasi
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Sub Kelas: Commelinidae
Ordo: Poales
Famili: Poaceae (suku rumput-rumputan)
Genus: Dendrocalamus
Spesies: Dendrocalamus asper Backer
Kerabat Dekat
Bambu Sembilang, Bambu Batu, Bambu Taiwan

Briket arang merupakan suatu perubahan bentuk curah menjadi bentuk padat yang di hasilkan dari komponen penyusunya yang di sertai dengan panas dengan pengempaan yang tinggi (bj 1 – 1,2). Bambu betung dapat digunakan sebagai bahan baku briket arang mengingat bambu relatif murah di bandingkan bahan lain karena banyak di temukan disekitar pemukiman dan menjadi tanaman serbaguna bagi masyarakat pedesaan. Pembuatan briket arang dapat menggunakan perekat tapioka dimana perakat ini umum digunakan karena menimbulkan asap yang relatif sedikit dibandingkan perekat lain serta banyak terdapat dipasaran dan hargax relatif murah.
Salah satu cara pembuatan briket arang yaitu bahan baku di arangkan terlebih dahulu kemudian ditumbuk atau digiling, kemudian di campur perekat dengan perbanding tertentu setelah itu dicetak dengan cara pengempaan yang tinggi agar menhasilkan briket yang bermutu baik.
Perekat yang digunakan untuk menghasilkan briket yang bermutu baik sebanyak 4% karena menghasilkan kadar air, kadar abu dan nilai kalor yang memenuhi standar SNI 01-6235-2000.

Sumber : penelitian Nur addiansyah.