Biji Pala

Nama ilmiah: Myristica fragrans

Suku: Myristicaceae

Nama: Nutmeg(Inggris), Biji Pala (Indonesia)

Biji pala berasal dari kepulauan Maluku, Pulau Banda, dan semenanjung Malaya, serta dibudidayakan di Indonesia, Hindia Barat< Jawa, Sumatera< dan French Guyana. Biji pala dari New Guinea lebih tajam rasanya dan baunya lebih harum daripada pala India.

Komposisi Pala sebagai berikut:

Kelembapan: 14,3%

Protein: 7,5%

Ekstrak eter: 36,4%

Karbohidrat: 28,5%

Serat: 11,6%

Mineral: 1,7%

Kalsium: 0,12%

Fosfor: 0,24%

Zat besi: 4,6 mg/100 g

Biji pala juga mengandung minyak atsiri, pentosan, furfural, dan pektin. biji pala mengandung sekitar 10% minyak esensial, yang sebagian besar tersusun atas terpena hidrocarbon, turunan terpena dan fenilpropanoid. Miristisin bertanggung jawab atas pengaruh halusinogenik dari biji pala.

Biji pala sangat aromatik, bergetah, dan berasa hangat. Biji pala cepat kehilangan keharumannya jika digiling, sehingga jumlah yang cukup harus segera di parut sebelum digunakan. Ampasnya keras, hampir seperti kayu, dan sangat asam.

Di indonesia, biji pala digunakan untuk membuat selai lezat dengan aroma biji pala yang sedap. Di negara-negara Arab, Iran, dan India utara, pala terdapat dalam hidangan daging berempah yang lembut. Aroma pala juga terdapat dalam ras el hanout Maroko, galat dagga tunisia dan baharat Arab saudi – semuanya merupakan campuran rempah-rempah.

Dalam masakan barat, rempah ini digunakan untuk saus bechamel, kue, biskuit, rebusan buah, dan keju. Kombinasi bayam dan biji pala populer di Italia untuk pasta, seperti ravioli. Orang belanda menggunakannya untuk kubis, kentang, dan sayuran lain, di samping daging, sup, rebusan, dan saus.

Mentega pala, diperoleh dari bagian tengah biji yang rusak atau dimakan cacing, mengandung minyak atsiri, sejumlah kecil resin, dan gliserida. Mentega ini digunakan sebagai stimulan eksternal ringan dalem salep, losion rambut, dan plester. Biji pala digunakan dalam kasus rematik, kelumpuhan, dan keseleo, rempah ini juga digunakan dalam pembuatan sabun, lilin dan farfum.

Minyak pala, cairan tidak berwarna atau kuning pucat, digunakan untuk membumbui produk-produk makanan dan minuman keras, selain itu digunakan dalam industri farfum, krim untuk gigi, tembakau, dan sabun wangi.

Biji pala merupakan karminatif, stomatik, dan stimulan. Bubuk pala digunakan untuk mengobati disentri, malaria, rematik, dan siatika, serta berguna untuk meringankan insomnia, penyakit kulit dan pencernaan, serta dehidrasi. Biji pala sebaiknya  dimakan dalam jumlah kecil, karena dosis besar dapat mengakibatkan keracunan, menghasilkan penglihatan ganda, disorientasi, dan  kejang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s