Asafeotida

Nama ilmiah: Ferula asafoetida

Suku: Apiaceae oleogum

Nama: Asafeotida/Asafetida (Inggris)

Asafeotida digunakan di eropa sejak masa pemerintahan Alexander  Agung, yang membuka rute perdagangan sehingga komoditas Barat tersedia di daerah Mediterania.

Asafeotida digunakan dalam masakan yunani dan romawi kuno, terutama untuk membumbui daging domba panggang, dan terus digunakan sampai abad pertengahan, meskipun demikian, belakangan kepopuleran menurun.

Tanaman Ferula memiliki akar  berbentuk wortel raksasa. Pada awal musim panas, sebelum tanaman berbunga, sisi atas rimpang tersingkap dan batang dipotong di sekitar bagian puncak.

Getah atau resin yang mengalir keluar dari daerah potongan di kumpulkan dari setiap potongan pada area rimpang berikutnya, sampai tetesan berhanti. Resin yang disuling dari rimpang dan buah yang menebal dikeringkan dan dimamfaatkan. Ukuran sebesar kacang sudah dianggap besar atau cukup untuk ditambahkan ke dalam satu panci besar makanan.

Rasa asafeotida bubuk tidak setajam dan sepahit resin kering. Aroma asafeotida tajam dan pedas, karena lazim disebut “kotoran setan”.

Komposisi asafeotida adalah sebagai berikut :

Resin: 40-46%

Getah: 25%

Minyak atsiri: 10-17%

Abu: 1,5-10%

Walaupun bau asafeotida  segar  tampaknya  tidak memenuhi syarat sebagai penguat rasa makanan yang berguna, tetapi setelah di goreng dalam jumlah kecil, rasanya menjadi sedap.

Di pasar, asafeotida tersedia dalam tiga bentuk berdasarkan kualitasnya: serpihan, gumpalan, dan adonan. Serpihan adalah bentuk resin yang paling murni, dan dibentuk bulat atau pipih, berwarna keabu-abuan atau kuning pudar. Gumpalan asafeotida merupakan bentuk umum yang digunakan  dalam perdagangan. Klasifikasi lain menyebutka dua varietas berdasarkan asal-usul, rasa dan warnanya: hing dan hingra.

Asafeotida dianggap sebagai obat untuk perut kembung dan kelainan spasmodik. Asafeotida merupakan bahan yang efektif untuk pengobatan histeria, saluran pernapasan, perut, kelainan pada anak, impotensi, penyakit pada wanita, sakit gigi, dan kolera. Study terbaru membuktikan bahwa  minyak dalam asafeotida memiliki khasiat antibiotik, dan menghambat pertumbuhan mikroba. Getah resinnya disebut-sebut membantu menyembuhkan penderita, cacingan dan nyeri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s