SISTEM SARAF MOTORIK

AYU RIZKIAWATY

1102040124

FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

MAKASSAR

Pendahuluan

Sistem saraf manusia adalah suatu jaringan saraf yang kompleks, sangat khusus dan saling berhubungan antara yang satu dengan yang lain. Sistem saraf mengkoordinasi, menafsirkan dan mengontrol interaksi antara individu dengan lingkungan sekitarnya. Dalam rangka mempelajari perubahan kapasitas fungsi tubuh manusia sebagai suatu sistem, termasuk mempelajari berbagai sistem organ serta pola komunikasi antar sistem organ tersebut. Sistem pengendali tubuh secara garis besar di lakukan oleh sistem saraf dan sistem endokrin. Sistem saraf dan sistem endokrin mengendalikan beragam fungsi tubuh dengan proses dasar yang tidak jauh berbeda, yaitu memerlukan integrasi di otak dan dapat mempengaruhi proses organ lain. Sistem saraf merupakan salah satu sistem koordinasi yang bertugas menyampaikan rangsangan dari reseptor untuk dideteksi dan direspon oleh tubuh, sistem saraf memungkinkan mahluk hidup tangga dengan cepat terhadap perubahan-perubahan yang terjadi dilingkungan luar maupun dalam.

Sistem saraf tersusun oleh berjuta-juta sel saraf yang mempunyai bentuk bervariasi. Sistem ini meliputi sistem saraf pusat dan saraf tepi. Dalam kegiatannya, saraf mempunyai hubungan kerja seperti mata rantai (berurutan) antara reseptor dan efektor. Reseptor adalah satu atau sekelompok sel saraf dan sel laiinya yang berfungsi mengenali rangsangan tertentu yang berasal dari luar atau dari dalam tubuh. Efektor adalah sel atau organ yang menghasilkan tangapan terhadap rangsangan.

Sistem saraf pada manusia di bagi menjadi tiga yaitu saraf otak, saraf sumsum tulang belakang, dan saraf tepi. Saraf otak dan saraf sumsum tulang belakang adalah saraf pusat. Pada saraf tepi, saraf menghubungkan antara saraf pusat dengan indera dan otot. Saraf otak ibarat chip dalam komputer. Sistem saraf sendiri merupakan cabang dari sistem koordinasi selain sistem hormon dan sistem otot. Berdasarkan struktur dan fungsinya, sistem saraf dibedakan menjadi sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi (perifer).Sistem saraf pusat terdiri dari otak dan medulla spinalis. Sedangkan sistem saraf tepi terdiri dari saraf aferen dan saraf eferen.

Saraf motorik

Sel saraf motorik merupakan bagian dari struktur dan fungsi sistem saraf yang berfungsi Mengirim implus dari sistem saraf pusat ke otot atau kelenjar yang hasilnya berupa tanggapan tubuh terhadap rangsangan. Badan sel saraf motorik berada di sistem saraf pusat. Dendritnya sangat pendek berhubungan dengan akson saraf asosiasi, sedangkan aksonnya dapat sangat panjang. Bisa dilihat dalam gambar berikut.

Mekanisme penghantaran informasi antara reseptor dengan sistem saraf pusat terjadi melalui proses penghantaran impuls dengan kode irama dan frekuensi tertentu. saraf eferen di sebut sebagai saraf motorik terdiri dari dua bagian yaitu saraf motorik somatik dan saraf somatik autonom

  1. Saraf motorik somatik

Saraf motorik somatik membawa implus dari pusat ke otot rangka sebagai organ efektor.melalui proses komunikasi secara biolistrik di saraf dan proses komunikasi melalui neurotransmitor di hubungkan saraf-otot, dapat terbangkit kontraksi otot. Baik kekuatan maupun jenis kontraksi oto rangka dapat dikendalikan oleh sistem saraf pusat maupun sistem saraf tepi. Sistem saraf somatik turut berperan dalam proses pengendalian kinerja otot rangka yang diperlukan untuk menyelengarakan berbagai sikap dan gerakan tubuh.

1. Saraf-saraf Tulang Belakang (Spinal Nerves)

Saraf tulang belakang yang merupakan bagian dari sistem saraf somatik; dimulai dari ujung saraf dorsal dan ventral dari sumsum tulang belakang (bagian di luar sumsum tulang belakang). Saraf-saraf tersebut mengarah keluar rongga dan bercabang-cabang di sepanjang perjalanannya menuju otot atau reseptor sensoris yang hendak dicapainya. Cabang-cabang saraf tulang belakang ini umumnya disertai oleh pembuluh-pembuluh darah, terutama cabang-cabang yang menuju otot-otot kepala (skeletal muscles). Mekanisme input (masuknya informasi-informasi sensoris ke sumsum tulang belakang) dan output dari proses tersebut yang menghasilkan informasi-informasi motorik dapat Soma sel dari axon-axon saraf tulang belakang yang membawa informasi sensoris ke otak dan sumsum tulang belakang terletak di luar sistem saraf pusat (kecuali untuk sistem visual karena retina mata adalah bagian dari otak). Axon-axon yang datang membawa informasi sensoris ke susunan saraf pusat ini adalah saraf-sarafafferent. Soma-soma sel dari axon yang membawa informasi sensoris tersebut berkumpul di dorsal rootganglia. Neuron-neuron ini merupakan neuron-neuron unipolar. Batang axon yang bercabang di dekat soma sel, mengirim informasi ke sumsum tulang belakang dan ke organ-organ sensoris. Semua axon di dorsal root menyampaikan informasi sensorimotorik.

2. Saraf-saraf Kepala (Cranial Nerves)

Saraf-saraf kepala Terdiridari 12 pasang saraf kepala yang meninggalkan permukaan ventral otak. Sebagian besar saraf-saraf kepala ini mengontrol fungsi sensoris dan motorik di bagian kepala dan leher. Salah satu dari kedua belas pasang tersebut adalah saraf vagus (vagus nerves/saraf yang “berkelana”), yang merupakan saraf nomor sepuluh yang mengatur fungsi-fungsi organ tubuh di bagian dada dan perut. Disebut “vagus” atau saraf yang berkelana karena cabang-cabang sarafnya mencapai rongga dada dan perut.

  1. Saraf motorik autonom

Saraf motorik autonom merupakan salah satu komponen  sistem saraf  autonom yang menegendalikan otot polos, otot jantung dan kelenjar. Sistem saraf autonom (SSAU) termasuk berbagai pusat pengendali di otak, pada dasarnya melaksanakan kegiatan secara independen dan tidak langsung dikendalikan oleh kesadaran. Sistem saraf autonom terutama mengendalikan berbagai fungsi organ viseral yang sangat penting untuk mempertahankan kehidupan, antara lain fungsi jantung dalam mengatur volume curah jantung(cardiac ouput), fungsi pembuluh darah dalam mengatur aliran darah keberbagai organ, dan fungsi pencernaan.

Saraf otonom disusun oleh serabut saraf yang berasal dari otak maupun dari sumsum tulang belakang dan menuju organ yang bersangkutan. Dalam sistem ini terdapat beberapa jalur dan masing-masing jalur membentuk sinapsis yang kompleks dan juga membentuk ganglion. Urat saraf yang terdapat pada pangkal ganglion disebut urat saraf pra ganglion dan yang berada pada ujung ganglion disebut urat saraf post ganglion.

Sistem saraf autonom terdiri dari system saraf simpatik dan saraf parasimpatik. Organ yang dilayani oleh saraf autonom bekerja secara autonom. Sistem ini biasanya disebut system motor dan serabut aferen yang kembali dari organ interna bukan merupakan bagian dari system ini. Sebagian besar organ menerima seperangkat serabut ganda, satu perangkat melalui saraf simpatik dan yang lain melalui parasimpatik. Ujung akson pada saraf tersebut mengeluarkan suatu zat transmitter yang berbeda pada pada efektor. Serabut-serabut system simpatik mengeluarkan norepinefrin dan serabut- serabut system parasimpatik mengeluarkan asetilkolin.

Perbedaan struktur antara saraf simpatik dan parasimpatik terletak pada posisi ganglion. Saraf simpatik mempunyai ganglion yang terletak di sepanjang tulang belakang menempel pada sumsum tulang belakang sehingga mempunyai urat pra ganglion pendek, sedangkan saraf parasimpatik mempunyai urat pra ganglion yang panjang karena ganglion menempel pada organ yang dibantu.. Ada tiga ganglion simpatis yang tidak tergabung dalam ganglion paravertebralis yaitu ganglion kolateral yang terdiri dari ganglion seliaka, ganglion mesenterikus superior dan ganglion mesenterikus inferior. Ganglion parasimpatis terletak relatif dekat kepada alat yang disarafinya bahkan ada yang terletak didalam organ yang dipersarafi. Semua serat preganglion baik parasimpatis maupun simpatis serta semua serat postganglion parasimpatis, menghasilkan asetilkolin sebagai zat kimia perantara. Neuron yang menghasilkan asetilkolin sebagai zat kimia perantara dinamakan neuron kolinergik sedangkan neuron yang menghasilkan nor-adrenalin dinamakan neuron adrenergik. Sistem saraf parasimpatis dengan demikian dinamakan juga sistem saraf kolinergik, sistem saraf simpatis sebagian besar merupakan sistem saraf adrenergik dimana postganglionnya menghasilkan nor-adrenalin dan sebagian kecil berupa sistem saraf kolinergik dimana postganglionnya menghasilkan asetilkolin. Distribusi anatomik sistem saraf otonom ke alat-alat visera, memperlihatkan bahwa terdapat keseimbangan pengaruh simpatis dan parasimpatis pada satu alat. Umumnya tiap alat visera dipersarafi oleh keduanya. Bila sistem simpatis yang sedang meningkat, maka pengaruh parasimpatis terhadap alat tersebut kurang tampak, dan sebaliknya. Dapat dikatakan pengaruh simpatis terhadap satu alat berlawanan dengan pengaruh parasimpatisnya.

Aktivitas Refleks

Komponen Lengkung Refleks

Suatu refleks adalah respons motorik tak sadar dan cepat terhadap suatu stimulus. Lengkung refleks memiliki 5 unsur: reseptor, neuron sensorik, pusat integrasi, neuron motorik dan efektor.

Pengujian refleks spinal memberikan informasi tentang integritas jalur refleks dan derajat eksitabilitas korda spinalis. Reflesk spinal somatik termasuk refleks: rentang (‘stretch’), tendon dalam (‘deep tendon’), fleksor, ekstensor bersilang (‘crossed extensor’), dan refleks superfisial.

  • Suatu refleks rentang, yang diinisiasi oleh rentangan spindel otot, menyebabkan kontraksi otot yang distimulasi dan menginhibisi otot antagonisnya. Sifatnya monosinaptik dan ipsilateral. Refleks ini berfungsi mempertahankan tonus otot dan postur tubuh. E.g refleks patelar
  • Refleks tendon dalam, diinisiasi oleh organ tendon Golgi karena peningkatan tensi otot, merupakan refleks polisinaptik. Refleks ini menyebabkan relaksasi otot yang terstimulasi, dan kontraksi antagonisnya. Refleks fleksor diinisiasi oleh stimuli sakit. Sifatnya polisinaptik dan ipsilateral serta protektif E.g menarik tangan saat tertusuk
  • Refleks ekstensor bersilang terdiri dari suatu refleks fleksor ipsilateral dan suatu refleks ekstensor kontralateral. E.g saat satu kaki menginjak pecahan gelas: respons ipsilateral->angkat kaki; kontralateral->kaki lain (otot ekstensor) menahan perpindahan beban tubuh.
  • Refleks superfisial (e.g. refleks plantar dan abdominal) diawali oleh stimulasi kutan. Refleks ini membutuhkan lengkung refleks korda dan jalur kortikospinal. Abnormalitas L4-S2-> Babinski’s sign.

Penutup

  • Sistem saraf adalah sistem yang mengkoordinasikan aktivitas otot, memonitor organ, membentuk dan juga menghentikan masukan dari indra, dan mengaktifkan aksi.
  • Saraf eferen di sebut sebagai saraf motorik terdiri dari dua bagian yaitu saraf motorik somatik dan saraf somatik autonom. Saraf motorik somatik membawa impuls dari pusat ke otot rangka sebagai organ efektor.
  • Suatu refleks adalah respons motorik tak sadar dan cepat terhadap suatu stimulus. Lengkung refleks memiliki 5 unsur: reseptor, neuron sensorik, pusat integrasi, neuron motorik dan efektor.

DAFTAR PUSTAKA

Guyton, A. C. & Hall, A. J. 2007. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Edisi ke 11. Jakarta, ECG

Mark H. Swartz. 1995. Buku Ajar Diagnostik Fisik. Jakarta, Penerbit Buku Kedokteran. EGC.

Nani Cahyani Sudarsono.  2004. Pengantar Motorik Somatik. Departemen Ilmu Faal, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Sawitono Amin Singgih. Sistem Saraf Pengendali Tubuh. http://www.e-dukasi.net/mapok/mp_full.php?id=377&fname=materi4.html. Diakses 9 maret 2010.

Lia Amalia. Fk 2102 Anatomi Fisiologi Manusia Sistem Kendali. (http://www.emc.maricopa.edu/faculty/farabee/BIOBK/BioBookTOC.html). Diakses 10 Maret 2010.

http://www.scribd.com/doc/13342264/Sistem-Saraf-Pada-Manusia.   Diakses 10 Maret 2010

About these ads

2 responses to “SISTEM SARAF MOTORIK

  1. tq infonya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s